Story of Our Life

Share our experiences with everyone

Cerpen – Kepik December 24, 2010

Filed under: Cerpen — droolingbear @ 3:47 pm
Tags:


Sudah lama aku tidak merasakan getaran di hatiku. Getaran yang membuatku terbang bebas di langit yang biru. Getaran yang membuatku seperti berada di surga. Apakah perasaan ini? Mengapa bisa tiba-tiba muncul? Setelah bertahun-tahun aku mencari, baru sekarang ini aku merasakan getaran di hati yang seperti ini. Memang kau sosok yang ku cari.

Penuh dengan kesibukan di kantor, aku melakukan aktivitas keseharian seperti biasa. Namun hari-hariku menjadi berbeda semenjak kau hadir di ruanganku. Pertama kalinya kau berkenalan dengan ku, hati ku berdebar-debar tiada henti. Manisnya wajahmu, kacamata yang cocok dengan wajahmu, jilbab yang menurut ku kau adalah wanita yang beriman, dan tubuhmu yang proporsional membuatku tidak dapat berkata apa-apa.

Aku sangat senang kau seruangan dengan ku, karena dengan adanya kamu pekerjaanku menjadi terasa lebih mudah, hari-hariku begitu menyenangkan. Setiap pagi pun aku selalu menunggu ajakanmu untuk bersama sarapan tempe mendoan meski bersama teman-teman mu. Sudah cukup bagiku untuk melihat mu tertawa senang, bersama mu merubh hidupku.

Teringat akan tarianmu membuatku tidak bisa bekerja dengan fokus terbayang akan dirimu yang menari dengan lemah gemulai mengikuti irama lagu yang di mainkan. Tidak tahan diriku untuk mengajakmu pergi berdua. Tetapi, ajakanku selalu kau tolak dengan beribu-ribu alasan. Kenapa? Apakah ada yang salah denganku? Aku tidak mengerti soal cinta dan berhubungan dengan wanita. Begitu rumit. Aku tidak pandai berhubungan dengan wanita. Mulai ada kegelisahan dalam hatiku.

Disaat kegelisahan muncul, terdengar kabar bahwa kau akan pergi dari kantor ini. Kau telah diterima kantor lain yang lebih baik. Aku sangat lemas lesu mendengar kabar itu. Sesosok yang kudambakan akan pergi, tidak akan ada lagi sarapan pagi bersamamu, tidak aka nada lagi bekerja sama denganmu. Oh mengapa hidup seperti ini. Perasaan yang terpendam ini belum kusampaikan kepadamu. Aku takut hatiku sakit menerima kenyataan yang pahit.

Hari kian berlalu, aku sangat gelisah, takut akan rasa kehilangan dirimu yang mengisi hari-hariku. Apakah ini akhir dari kisah cintaku? Apakah kita akan bisa tetap berhubungan meski kau berada di kantor lain?

Apakah kau akan merindukan kepik?

 

One Response to “Cerpen – Kepik”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s