Story of Our Life

Share our experiences with everyone

Book – It’s not how good you are, it’s how good you want to be December 25, 2010

Filed under: Books — droolingbear @ 2:00 pm
Tags: , ,

It's not how good you are, it's how good you want to be

IT’S NOT HOW GOOD YOU ARE, IT’S HOW GOOD YOU WANT TO BE.

Pernah mendengar atau melihat judul ini? Ya Ini adalah buku yang sudah lama yang ditulis oleh Almarhum Paul Arden. Pria kelahiran 7 April 1940 ini merupakan penulis beberapa buku motivasi. Pada tahun 2006, Paul Arden menulis “Whatever You Think, Think The Opposite” dan pada tahun 2007 menulis buku “God Explained in a Taxi Ride.” Namun pada tahun 2008 Paul arden meninggal akibat terkena serangan jantung.

Pertama kali saya melihat judul buku ini, saya langsung tertarik. Judulnya dapat menggambarkan bahwa isi dari buku tersebut merupakan buku motivasi / self-enrichment. judul tersebut juga membuat saya penasaran untuk membacanya, yang saya tangkap dari judul tersebut, pandai dalam sesuatu bukan segalanya, malah sepandai apa yang kamu inginkan. Aneh bukan? Buku berukuran kecil yang di design simple namun menarik ini pun langsung saya beli.

Saya perlu 3 hari menyelesaikan buku ini karena jam kosong yang saya miliki sedikit. Hehehe. Sebenarnya satu hari saja bisa selesai buku ini. Tulisannya relatif besar, banyak gambar (ini yang sangat menarik), dan ukura kertas kecil untuk tulisan yang relatif besar. Namun buku ini mudah dibaca dan dicerna serta sangat mudah dibawa-bawa. Berbagai gambar didalamnya juga membantu menjelaskan mengenai apa yang dibahas oleh sub judul didalamnya.

Mengenai isinya, buku ini mempunya daya tarik sendiri. Pembaca saya jamin tidak bosan membacanya. Kenapa? Tulisan yang dipakai relatif besar. Namun tidak itu saja, disertai juga dengan gambar-gambar lucu dan pendapat-pendapat lucu yang menyertai gambarnya.

Subjudul yang diberikan kadang terdengar aneh, seperti “Have you noticed how the cleverest people at school are not those who make it in life?” atau “Rough layouts sell the idea better than polished ones.” Aneh bukan? Hal-hal seperti itu membuat saya terus menerus membacanya. Pesan-pesan yang disampaikan juga bagus dan dapat tersampaikan dengan baik.

Saya akan membahas salah satu subjudul didalam buku ini sebagai contoh isi buku ini.

Don't promise what you can't deliver

“Don’t promise what you can’t deliver.”

Dari judul ini kita dapat mengartikan bahwa jangan pernah kita menjanjikan sesuatu kepada seseorang atau publik apa yang kita tidak mampu untuk memberikannya.

Contohnya pada saat kita melakukan presentasi dalam suatu rapat dan menjanjikan suatu ide yang sangat menjanjikan, namun pada saat menjalankannya, hasilnya mengecewakan. Tidak gagal, namun kurang seperti yang diharapkan. Orang-orang tidak akan berbicara apa-apa, namun mereka tidak begitu akan percaya kamu lagi lain kali.

Pada dasarnya kamu menghancurkan semuanya.

Tetapi apabila kamu tidak terlalu membesar-besarkan ide kamu, malah memberitahu kelemahan-kelemahannya tetapi disertai juga dengan penyelesaiannya, ini akan menimbulkan rasa saling percaya dengan orang-orang dan dapat menyelesaikan hampir segala masalah.

Disitu juga terdapat gambar menara pisa. Dibawahnya tertulis:

“Would you use this architect again?”

itu adalah lelucon, siapa yang mau memakai arsitek itu lagi kalau hasilnya saja gagal (miring).
Saya merekomendasikan buku ini bagi anak kuliahan yang sudah merasakan kerja atau bagi orang yang sudah memiliki pekerjaan. Ini menurut saya kurang cocok untuk anak SMU karena 70 persen buku ini membahas yang berhubungan dengan perusahaan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s