Story of Our Life

Share our experiences with everyone

Apakah Ini Nyata? – Cerpen January 12, 2013

Filed under: Cerpen — droolingbear @ 3:58 am
Tags: , , , , , ,

Dinginnya malam menusuk tulangku saat aku sedang mengitari komplek perumahan yang besar-besar ditemani oleh sebuah senter, sarung, dan sepeda. “Seharusnya aku memakai baju tebal saja kalau tahu malam ini akan sedingin ini” pikirku. Semua orang sudah terlelap, lampu-lampu luar rumah dinyalakan namun lampu dalam sudah dimatikan. Terkadang terdengar suara satu atau dua mobil yang memasuki garasi karena pererjaan yang menuntut untuk lembur, namun itu pun hanya satu atau dua mobil saja. Ku kira dinginnya malam ini karena hujan sudah mau turun, namun aku tersadar bahwa itu salah ketika melihat terangnya bintang-bintang dan pantulan cahaya bulan sabit yang indah di langit yang gelap.

 

Ada sebuah tempat kecil nan nyaman yang menjadi tempat beristirahatku malam ini. Tersedia bangku, radio AM/FM, dan televisi kecil yang masih layak untuk menampilkan acara-acara televisi. Tembok yang berwarna putih pudar dengan retakan-retakan di sekelilingnya yang menandakan bahwa tempat ini sudah cukup lama berdiri. Tidak lupa juga dengan pengusir nyamuk yang aku bakar untuk malam ini agar terhindar dari nyamuk-nyamuk malam hari yang menggigiti aku. Letak tempat kecil ini berada di pinggir jalan kecil di dalam komplek. Tempat kecil ini berada tidak jauh dari tempat ibadah, di sebelah kiri tempat ini ada taman yang cukup luas, dibelakangnya ada sekolahan yang dekat dengan kali, dan di depan tempat kecilku ini ada sebuah rumah dengan pagar semen yang luas dan tinggi.

 

Malam ini penyiar radio membawakan acara keagamaan yang berisikan ceramah-ceramah dimana aku sudah seringkali mendengarnya ketika sedang melaksanakan ibadah pada siang hari. Bosan mendengarnya, aku beralih ke televisi karena saluran-saluran radio lainnya kurang bagus untuk didengar, entah karena frekuensinya yang tidak bagus atau radionya sudah rusak, aku tidak terlalu memikirkannya. Entah mengapa malam itu tampilan layar televisi sangatlah buruk, membuat mata ku sakit dan enggan untuk melihatnya. Pada saat itu aku berharap ada aktivitas yang membuat aku tidak merasa bosan yang dapat menemani aku melewati dinginnya malam ini. Semua orang tahu aku tidak boleh tidur dan itu membuatku harus mencari cara agar aku tidak mengantuk dan biasanya aku memiliki seorang teman yang bisa bercanda tawa, ber-gossip, sampai berbicara politik.

 

Di tengah kebosanan ini aku mencoba untuk berjalan-jalan kearah taman agar aku dapat menghilangkan rasa kantuk ini. Tamannya cukup luas dan bagus. Ada lapangan basket dan arena bermain anak-anak yang dikelilingi oleh pepohonan yang lebat, tinggi, dan rindang. Lampu-lampu taman pun selalu setia menghiasi malam-malam taman komplek ini. Sekali, dua kali, aku memutari taman ini sehingga lelah mendatangiku yang membuat aku kembali ke tempat istirahat mungilku. Aku terkejut ketika ada seseorang yang menepuk bahuku.


 

Dengan kagetnya dan diikuti perasaan takut, aku memutar badan. Dan aku bertemu dengan seorang perempuan muda, putih, menawan, dan merupakan salah satu tetangga yang disukai oleh tetangga pria lainnya.

 

“Eh Mba, kaget saya. Kok pulangnya malam sekali? Lembur kerja Mba?” sapa saya kepada perempuan itu. yang mengenakan kemeja putih dengan blazer hitam dilengkapi dengan rok pendek dengan sepatu hak tingginya.

“Iya nih pak, saya lupa bawa kunci, dan orang rumah sudah pada tidur. Karena saya tidak ada yang mebukakan pintu, saya datang kesini saja soalnya takut sendirian.” Jawab perempuan tersebut dengan nada yang terdengar ketakutan.

“Yaudah Mba, disini aja dulu, nanti Mba saya temani kembali ke rumahnya untuk mencoba membangunkan orang rumah Mba. Duduk sini aja Mba.”

 

Malam itupun kami mengobrol panjang, mengenai banyak hal yang berkaitan dengan daerah komplek ini, orang-orang tua di komplek ini, dan bermacam-macam hal yang sudah lama berlalu. Terdengarnya aneh, namun ini membuat aku bisa menjalani malam ini dengan senang hati dan tidak mengantuk. Kapan lagi saya bisa mengobrol panjang lebar dengan seorang wanita cantik yang disukai oleh para pria, meski pastinya dia tidak cocok untuk aku. Namun saya tidak akan melewatkan kesempatan ini yang hampir tidak mungkin terjadi dua kali. Satu jam, dua jam, aku lewati bersamanya namun dia tidak merasa mengantuk atau lelah berbicara, yang kemudian aku merasa ini sudah terlalu malam bagi seorang wanita untuk berada di luar rumah.

 

“Maaf Mba, ini sudah dua jam lebih Mba ada disini. Baiknya sih Mba kembali ke rumah, siapa tau ada orang rumah yang bisa bangun ketika Mba mengetuk pintu. Ayo saya temani.” Ajak saya kepada perempuan itu.

“Oh iya, tidak usah pak. Saya bisa sendiri kok kembali ke rumah. Yasudah ya pak, saya pergi dulu terima kasih sudah menemani saya yang kesepian ini. hehe.” Sambil perempuan itu berdiri.

“Yakin Mba? Yasudah sama-sama Mba, saya terima kasih juga sudah menemani ngobrol saya. Hati-hati Mba di jalan.” Balas saya.

Perempuan itu berjalan ke arah taman, kemudian berbelok ke sebelah kanan di penghujung taman. Aku bingung, mengapa dia jalan kearah sana. Sepengetahuanku rumahnya ada di dekat tempat ibadah dan itu berlawanan dari tempat perempuan itu berjalan sekarang. Di tengah pikiranku terdengar kumandang adzan yang menandakan bahwa hari sudah pagi. Dan ada beberapa orang yang berjalan menuju masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah shalat subuh. Kemudian aku bertanya kepada salah satu orang untuk bertanya mengenai rumah perempuat tersebut.

 

“Selamat Pagi pak, mau shalat subuh di masjid pak?” Tanyaku.

“Iya nih pak mau shalat di masjid. Masih seger nih pak kelihatannya dari muka-mukanya. hehe.” Jawab orang yang mau shalat di masjid tersebut.

“Tadi ada si eneng yang rumahnya di deket masjid menghampiri saya dan mengobrol dengan saya. Katanya dia tadi tidak dapat masuk ke rumah karena di kunci dan orang rumahnya tidak bisa membukakan pintu. Tapi saya bingung kok dia ke arah taman ya tadi pulangnya? Saya bingung.” Tanyaku mengenai perempuan tadi.

“Oh masa sih pak? Setau saya dia lagi kuliah di luar negri, baru saja kemarin anak saya diundang ke pesta kepergian ke luar negrinya dan dia juga ikut mengantarnya ke airport, dan dia rencananya kembali 3 bulan lagi.” Balas orang tersebut dengan nada kebingungan.

“Hah?!…”


 

Note: Hargai penulis dengan mencantumkan sumbernya bisa meng-copy.😀 cheers

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s